Benjolan Pada Bawah Payudara

  • Prosedurnya dilakukan dengan mengisap cairan dari tumor dengan menggunakan jarum halus.
  • Biopsi bedah (surgical biopsy). Prosedurnya dilakukan dengan mengambil jaringan payudara untuk diperiksa menggunakan mikroskop. 
  • Biopsi dengan bantuan vakum (vacuum-assisted biopsy). Prosedurnya dilakukan dengan vakum guna menghisap cairan di dalam payudara.
  • Biopsi jarum inti (core needle biopsy). Prosedurnya dilakukan dengan  jarum berukuran besar yang dilengkapi tabung berlubang di ujungnya.
  •  

Pengobatan Benjolan Payudara

Adapun pengobatan guna mengatasi benjolan di payudara, antara lain:

  • Obat-obatan. Penggunaan obat yang disarankan yakni pil KB guna menurunkan kadar hormon estrogen.
  • Antibiotik dan pereda nyeri. Misalnya, paracetamol atau ibuprofen guna mengatasi mastitis. Proses menyusui harus tetap dilanjutkan, karena tidak membahayakan bayi dan dapat membantu penyembuhan mastitis.
  • Lumpektomi. Caranya dilakukan dengan memberi bius lokal pada pengidap. Selanjutnya, dokter akan membuat irisan di sekitar area tumor dan mengangkat tumor serta jaringan di sekitarnya. Prosedur ini dilakukan jika benjolan berdiameter kurang dari 5 sentimeter.
  • Krioterapi atau terapi beku. Prosedur ini berfungsi untuk menghancurkan sel abnormal dengan cara membekukannya dengan nitrogen cair. Caranya dengan jarum khusus yang dimasukkan langsung ke area tumor. 
  • Aspirasi jarum halus. Ini adalah prosedur guna mengeluarkan cairan dari payudara menggunakan jarum khusus. Prosedurnya dilakukan dengan bantuan USG, agar penempatan jarum tepat pada benjolan.
  • Bedah, radioterapi, kemoterapi, atau terapi hormon. Pengobatan bisa dilakukan menggunakan salah satu atau kombinasi dari beberapa prosedur tersebut. Pemilihannya tergantung pada ukuran, tingkat keparahan, usia, dan status kesehatan pengidap.

Jika benjolan disebabkan oleh cedera, langkah pengobatannya adalah membiarkan payudara sembuh dengan sendirinya. Sementara dalam kasus fibroadenoma, benjolan tidak perlu diangkat karena tidak membahayakan. 

 

Komplikasi Benjolan Payudara

Komplikasi dari benjolan di payudara akan tergantung pada penyebab yang mendasari. Misalnya, jika disebabkan oleh fibroadenoma, kondisi tersebut tidak menyebabkan komplikasi. 

Jika penyebabnya adalah mastitis, maka kondisi tersebut berisiko menyebabkan penumpukan nanah di payudara. Sementara jika penyebabnya adalah kanker, sel abnormal bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Pencegahan Benjolan Payudara

Benjolan tidak dapat dicegah jika pemicunya adalah perubahan hormon yang tidak dapat terkontrol. Namun, setiap wanita dapat melakukan teknik SADARI (periksa payudara sendiri) guna mendeteksi adanya benjolan pada payudaranya.

SADARI sebaiknya dilakukan satu bulan sekali, pada 7 hingga 10 hari setelah hari pertama menstruasi. Caranya dengan:

  • Berdiri di depan cermin dan amati perubahan pada bentuk, ukuran, warna kulit, dan permukaan kulit payudara. Umumnya, bentuk payudara kanan dan kiri memang tidak simetris, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
  • Angkat kedua tangan ke atas  dan posisikan tangan di belakang kepala (tengkuk). Dorong siku ke depan dan ke belakang sambil mengamati bentuk serta ukuran payudara.
  • Raba payudara menggunakan tiga jari (telunjuk, tengah, dan manis), lalu dengan tekanan lembut. Lakukan gerakan memutar mulai dari sisi luar payudara hingga ke dalam dan menyentuh puting. Rasakan adanya benjolan.
  • Saat mandi, posisikan tangan kanan di belakang kepala. Setelah disabuni, periksa payudara kanan dengan tangan kiri dengan gerakan melingkar, dari puting ke sisi luar payudara. Lakukan langkah yang sama pada payudara kiri.
  • Saat berbaring, letakkan tangan kiri di bawah kepala. Kemudian, periksa payudara kiri dengan tangan kanan. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan.
  • Pencet kedua puting dan amati apakah ada cairan tidak normal yang keluar dari dalam.

Langkah pencegahan lain yakni dengan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis), oleh petugas medis. Setiap wanita disarankan menjalani SADANIS secara berkala, yakni setiap 3 tahun pada wanita berusia 20 hingga 40 tahun dan setahun sekali bagi wanita di atas 40 tahun.

Komentar